Semantic Search Engine, Hakia.com
Semantic Search adalah cara revolusioner mengambil hasil pencarian di Internet. Tidak hanya memberikan hasil berdasarkan peringkat populer halaman situs, konsep ini berfokus pada produksi hasil berdasarkan semantic. Semantic adalah ilmu bahasa dan sambungan atau makna kata. Dengan demikian ketika kata atau kalimat dimasukkan dalam search engine, semantic search mechanisms menampilkan hasil yang paling relevan sesuai dengan maksud/makna kata atau kalimat tersebut.
Bagaimana semantic search bekerja ?
Pada dasarnya seluruh informasi yang dikumpulkan melalui pencarian semantic disimpan dalam jaringan semantic. Seperti halnya jaringan lainnya, dalam jaringan semantic memiliki node khusus yang dikenal sebagai synsets. Setiap node terdiri sinonim. Node ini terdiri dari kata tunggal, kata majemuk atau bahkan kelompok kata.
Semantic Search Engine sangat berbeda dari search engine biasa yang menggunakan page rangking sebagai kriteria untuk menampilkan hasil. Semantic search engine menggunakan interface yang unik untuk membantu menyelidiki data yang ada dan memperkerjakan semantic search mechanism untuk menghasilkan hasil pencarian. Salah satu perusahaan yang populer telah menggunakan semantic search engine adalah Hakia.com.
Cara kerjanya adalah bahwa ketika pengguna mengetik dalam frase atau kata kunci, semantic search mechanism memulai pencarian. Pertama, memeriksa untuk melihat apakah kata atau frase itu memiliki ambiguitas dalam maknanya. misalnya kata seperti bark dapat berarti salak (gonggongan) anjing atau kulit kayu. jika ada ambiguitas maka kata lain dalam kaliamt akan dianalisis untuk mendapatkan pengertian yang paling akurat.
Hakia menggunakan semantic search mechanism yang berarti bahwa search engine benar-benar memahami kalimat bukan hanya memfokuskan pada popularitas halaman. Hakia menganalisis kalimat pengguna untuk menyediakan hasil yang paling relevan.
Hakia memiliki 2 macam teknologi utama:
- QDEX infrastruktur (Query Detection and Extraction)- ini termasuk level tinggi dalam analisa query di level kalimat.
- Semantic Rank Algorithm, ini adalah inti dari ilmu yang hakia gunakan, membuat ontological semantic yang menghubungkan satu konsep dengan konsep lainnya.
Kita lihat perbedaan yang jelas antara Hakia dengan Google. Hakia memberikan hasil pencarian dengan menerjamahkan makna permintaan, sedangkan Google memberikan hasil pencarian berdasarkan page rangking.Melihat dari struktur query (permintaan) yang berupa semacam pertanyaan. Dan dengan secara jelas Hakia memberikan jawaban yang baik dalam hasilnya. Ini mengingatkan saya akan Ask.com. Apa perbedaan diantara kedua search engine ?
Dr. Riza C. (pendiri dan CEO Hakia) mengatakan bahwa Ask.com termasuk indexing search engine dan tidak ada semantic analisis. Ini dapat dilihat dari hasilnya, Ask.com menebalkan keywords yang berarti itu bekerja berdasarkan level keyword. Hakia mengerti maksud kalimat. Dia juga mengatakan bahwa kategori Ask.com bukan berarti arti dasar, itu hanya berupa awalan. Hakia, mengerti hubungan semantic-nya.
Riza mengatakan bahwa Hakia berpikir bahwa metode indexing dalam pencarian sudah sampai pada tahap tidak dapat berkembang lagi dan teknologi semantic akan mengambil alih pencarian generasi selanjutnya. Dia tetap tdak merubah pemikirannya, bahwa masa depan ialah mengerti informasi tidak hanya menemukan dan itu merupakan persoalan yang sangat sulit diselesaikan tetapi itulah misi Hakia.
Source :
http://www.bulentongun.com/what-is-semantic-search-hakia-vs-google/
http://www.readwriteweb.com/archives/hakia_takes_on_google_semantic_search.php
20.10 | Label: Artikel, Search Engine | 0 Comments
Cuil, Search Engine Raksasa dari 3 Mantan Google
Cuil, sebuah search engine baru yang dibuat oleh tiga orang mantan karyawan senior Google telah diluncurkan kemarin. Search engine ini dibaca 'cool' hanya merupakan satu dari sekian banyak mesin pencari lain, tetapi mesin pencari ini hanyalah satu-satunya yang dibuat oleh orang-orang yang pernah memegang kunci kerajaan pencarian Google. Semua pemain kunci Cuil memiliki pengalaman panjang dalam dunia pencarian:
- Anna Patterson - bergabung dengan Google di tahun 2004, merupakan arsitek dari indeks pencarian Google, TeraGoogle yang diluncurkan di awal 2006.
- Russell Power - pimpinan teknologi TeraGoogle, Power menghabiskan dua tahun proyek rangking dan deteksi spam untuk hasil pencarian Google.
- Tom Costello - membuat Xift, sebuah mesin pencarian revolusioner di tahun 1999 yang memperkenalkan fitur clustering dan analisa halaman.
- Louis Monier - pendiri AltaVista, mesin pencari yang mencapai puncak kejayaannya beberapa tahun lalu.
Rahasia besar Cuil adalah cara mereka meng-indeks web dan melakukan pencarian dari pemakai. Kedua hal ini sangat mahal saat dioperasikan dalam skala besar, akan tetapi Cuil menemukan cara untuk melakukan kedua hal ini dengan jauh lebih cepat dan murah (dan klaim mereka memang ada benarnya mengingat mereka sudah memiliki 120 milyar situs dalam indeksnya dalam waktu singkat). Google mengeluarkan $1 milyar per tahun untuk mengoperasikan infrastruktur back end dari bisnis pencariannya.

Dari segi penampilan, Cuil jauh mengungguli Google (tetapi tidak dalam kecepatan), dengan desain sederhana dan hasil pencarian yang disajikan dengan berbagai efek JavaScript. Cuil diluncurkan dengan indeks sebesar 120 milyar halaman situs, menjadikan mereka salah satu mesin pencari dengan indeks terbesar dunia (Google beberapa hari yang lalu mengatakan bahwa indeks mereka telah mencapai 1 trilyun halaman).
Selain itu, Cuil juga mengklaim memiliki hasil pencarian yang lebih baik dibandingkan Google berdasarkan cara mereka meng-indeks situs. Mereka tidak hanya menyimpan kata kunci situs dalam katalog dan memberikan rangking terhadap situs. Cuil mengerti hubungan antara beberapa kata, contohnya France - cheese - wine untuk memberikan hasil pencarian yang lebih relevan kepada pemakai (semantic search).
Hal ini berarti walaupun para pemakai melakukan pencarian seperti biasa, Cuil akan selalu berusaha untuk memberikan hasil yang lebih akurat melalui modul "explore by category" yang ditampilkan di sebelah kanan halaman. Sebagai contoh, pencarian "internet" di bawah memungkinkan Anda untuk melakukan pencarian yang lebih spesifik dalam beberapa kategori yang berhubungan (sejarah internet, arsitektur internet, browser dan lain-lain).

Membandingkan hasil dari kedua mesin pencari, pencarian dengan kata kunci "computer" di Cuil membuahkan ~394 juta hasil, sedangkan Google memberikan 1,44 milyar hasil. Dari segi kualitas Google juga lebih unggul, menampilkan definisi "computer" dari Wikipedia sebagai hasil pertama sedangkan Cuil menampilkan situs Apple.
Beberapa percobaan pencarian Cuil vs Google yang dilakukan TechCrunch memberikan hasil sebagai berikut:
- Apple: Cuil 83 juta hasil vs Google 571 juta hasil - keduanya memberikan hasil perusahaan komputer Apple dan bukan buah Apel.
- France: Cuil 102 juta vs Google 1,5 milyar - akan tetapi pencarian berdasarkan kategori Cuil memberikan potensi akurasi yang lebih baik.
- Stonehenge: Cuil 800.000 vs Google 8,5 juta.
- Silicon Valley: Cuil 3,2 juta vs Google 24 juta.
Tampaknya sudah jelas bahwa indeks Google jauh lebih besar daripada Cuil. Akan tetapi walaupun hasil pencarian Cuil tidak sebaik Google dalam segi relevansi, Cuil unggul dalam memberikan kategori spesifik untuk ditelusuri secara mendetil. Tetapi ingat, Google telah menghabiskan hampir satu dekade menyempurnakan teknologi pencarian mereka sedangkan Cuil baru dibuka untuk publik selama beberapa hari. (via TechCrunch)
Untuk kita yang mungkin sering melakukan pencarian bahasa asing, Google masih menjadi pilihan mutlak karena dari percobaan saya sendiri, Cuil tidak menemukan pencarian dalam bahasa Indonesia. Sebagai contoh, pencarian dengan kata kunci "berita komputer" memberikan hasil seperti yang Anda lihat di bawah ini.

01.43 | Label: Artikel, Search Engine | 0 Comments