Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Aplikasi Penemu Ganja Disediakan iPhone

Aplikasi bagi iPhone makin lengkap. Nyaris tak ada yang tidak tersedia di sana. Bahkan untuk wilayah AS, ada aplikasi legal pencari ganja. Harganya pun murah, 2,99 dollar AS.

Lho kok boleh? Ya, sebab di beberapa tempat, misalnya California, AS, sudah ada undang-undang yang mengatur penggunaan marijuana untuk keperluan medis.

Di negara-negara yang sudah memiliki undang-undang marijuana (cannabis) untuk keperluan medis ini, aplikasi baru bernama Cann abis dari iPhone dapat membantu penggunanya menemukan tempat-tempat legal yang menjual ganja untuk keperluan pengobatan. Ini bisa dokter, klinik, pengacara, organisasi, atau layanan pasien lainnya. Pencarian bisa dilakukan berdasarkan kota maupun kode pos.

Namun jika di daerah itu tidak ada undang-undang yang memperbolehkan penggunaan marijuana untuk keperluan pengobatan, Cannabis Apps akan mengarahkan Anda ke organisasi ganja terdekat sehingga Anda bisa mulai mengikuti rehabilitasi. Informasi lokasi-lokasi penjualan cannabis tersebut diperbarui dan dipasok oleh iMedicalCannabis.org, Ajnag.com, dan the Patient ID Center. Begitu penjelasan iPhone.

Cannabis Apps ini memang diharapkan dapat membantu mereka yang sedang dalam masa rehabilitasi dan pengobatan.

Sumber : disini

Saingi Apple, Symbian Bikin App Store


foto berita artikel

Tidak diragukan lagi, Symbian merupakan perusahaan yang terkenal terutama dalam bidang penggunaan smartphone. Symbian memiliki market share yang menarik dengan jumlah 70 persen di tahun lalu. Symbian Foundation kini telah membuat perubahan baru dengan strategy sebuah App Store untuk developer yang menawarkan aplikasi berkualitas tinggi untuk variasi platform Symbian.

Symbian App Store tersebut diperkenalkan dengan nama aplikasi publishing Symbian Horizon (http://developer.symbian.org/main/horizon/), yang memberikan kemudahan untuk developer untuk memiliki aplikasi platform Symbian, kemudahan proses sig in, dan tidak adanya batasan mengenai jumlah aplikasi yang dibeli. Platform Symbian Horizon tersebut dijadwalkan di bulan Oktober dan memberikan fasilitas teknikal untuk developer dan bahkan translasi bahasa. Aplikasi Symbian Horizon ini hanya akan menawarkan aplikasi dengan kualitas yang tinggi.

Sementara itu, rival Symbian, Apple App Store, telah mendapatkan rekor 1.5 miliar download dan mendukung untuk 65,000 jumlah aplikasi. Hal ini menjadi saingan yang berat untuk Symbian, mengingat pula rival lainnya, Nokia dengan Ovi Store-nya, Samsung App Store, dan AT&T Media Mall.(h_n)

Sumber : disini

Masa Depan dan Peluang Pengembang Aplikasi Mobile

Di Internet, ribuan aplikasi handphone dapat dengan mudah ditemukan. Ada yang gratisjuga berbayar. Sementara dari konsep bisnis ternyata tidak semua jenis aplikasi yang ada dapat memberikan keamanan bagi pengembangnya. Isu “pembajakan” masih menjadi topik hangat padahal laju permintaan aplikasi ponsel yang semakin besar.

Teknologi seluler yang berkembang cepat telah menciptakan paradigma baru dalam berkomunikasi. Belakangan muncul istilah smartphone di mana arti sebuah ponsel pun menjadi semakin luas, ponsel berevolusi menjadi perangkat pintar yang dapat melakukan berbagai fungsi tambahan. Menyunting dokumen, memainkan game, berlangganan berita online hingga mentransfer sejumlah uang kini dapat dilakukan dengan mudah hanya dengan memanfaatkan sebuah telepon genggam.

Fungsi ponsel yang sudah multiguna itu tentu saja tidak lepas dari peran berbagai pihak di dalamnya. Tak hanya operator dan vendor yang merupakan pemain utama, peran para pengembang aplikasi pun menjadi semakin sentral sebab berkat tangan mereka lah kemampuan ponsel bisa semakin cerdas.

Gayung pun bersambut, semakin banyak fungsi yang bisa dilakukan handphone, permintaan akan aplikasi pendukungnya pun kian besar. Apple online store yang merupakan pusat penjualan aplikasi iPhone, sejak peluncuran iPhone 3G dua bulan lalu telah membukukan penjualan hingga 60 juta aplikasi dengan nilai transaksi sekitar USD 1 juta setiap harinya. Menariknya, keuntungan paling besar justru akan masuk rekening pihak ketiga sebagai pengembang aplikasi sebab Apple sendiri yang hanya menarik keuntungan 30% saja.

Bahkan Google yang notabene-nya sebagai raksasa mesin pencari di dunia maya sudah ancang-ancang dengan rencananya meluncurkan Android, yaitu sebuah sistem operasi khusus untuk telepon genggam. Tak tanggung-tanggung 33 perusahaan IT kelas dunia digandeng dalam mega project tersebut.

Bukti pertumbuhan pasar aplikasi handset yang semakin luas itu akhirnya mendorong profesi sebagai pengembang aplikasi di ranah seluler kian menjanjikan. Masalahnya, aplikasi seperti apa yang bisa memberikan keuntungan bagi mereka? Yang tak kalah penting kemana kita akan menjual aplikasi tersebut?

Mana yang Lebih Aman dan Menguntungkan

Seperti halnya konsep distribusi software pada PC, pada ponsel pun setiap aplikasi yang akan dikembangkan harus merujuk pada suatu sistem operasi (OS) tertentu. Bila di layarkomputer kita mengenal sistem operasi MS Windows dan Linux, di dunia seluler jumlah sistem operasi pengelola telepon genggam lebih bervariasi lagi, sebut saja Symbian, Linux, Windows Mobile, Java, Palm, MacOS dan BREW (Binary Runtime Environment for Wireless).

Di antara sekian OS tersebut, plafform Java merupakan salah satu yang favorit dan telah banyak diadopsi berbagai merek handset. Sifatnya yang open source membuat Java mudah dikembangkan tanpa terlalu banyak aturan, pun ketika hendak menjualnya. Sayang, seperti halnya aplikasi-aplikasi bergenre Symbian dan Windows Mobile yang sudah dikenal masyrakat luas, aplikasi-aplikasi di bawah Java rawan dari 'pembajakan' meski sudah dibentengi dengan mensyaratkan verifikasi kata kunci pembelian ketika akan diinstalkan pada ponsel.

Sementara sistem operasi BREW yang berfokus pada ponsel-ponsel berjaring CDMA menggunakan sistem distribusi berbeda. Pada solusi BREW aplikasi yang diinstalkan tidak disimpan pada memori ponsel, di sini aplikasi yang dibeli penggunanya akan tersimpan pada server milik operator. Dengan model seperti ini aplikasi yang dijual pun akan lebih terproteksi dari pembajakan sehingga akan memberikan rasa aman dan kenyamanann bagi pengembangnya.

Bagi pelanggan, konsep di atas akan memberikan keleluasaan ketika hendak membeli dan menginstalkan aplikasi tanpa perlu khawatir dengan kapasitas memori dan kemampuan ponsel. Singkatnya, pada BREW ponsel low-end pun dapat menawarkan layanan mewah, dari men-download ringtone, mengakses e-mail, berlangganan berita, bermain game, hingga mencari lokasi memanfaatkan sistem navigasi GPS.

Maka tak heran pihak Qualcomm sebagai pemilik dan pengembang BREW masih menyimpan sejuta optimisme meski OS pesaingnya yang banyak menawarkan fitur mewah termasuk rencana Android yang akan muncul beberapa minggu kedepan. “Saya kira Android tidak akan berkompetensi langsung dengan BREW. Menurut saya Android hanya akan tersedia pada ponsel-ponsel kelas atas, sedangkan BREW bisa digunakan pada berbagai tipe ponsel tak terkecuali kelas low-end. BREW merupakan aplikasi yang berbeda,” tutur Paul E Jacobs, CEO Qualcomm, ketika ditanya masa depan BREW jika OS Android yang diusung Google hadir kelak.

Model Bisnis BREW

Berbeda dengan konsep pemasaran pada aplikasi mobile kebanyakan, aplikasi yang akan dijual di bawah BREW harus mendapat digital signature terlebih dahulu dari Qualcomm. Pada kenyataannya hampir semua ponsel yang ber-chipset Qualcomm telah ditanamkan BREW Software Environtment yang akan mencari status legalitas setiap aplikasi yang akan diinstal. Bagi pelanggan, dengan adanya digital signature ini akan memberikan jaminan keandalan pada setiap aplikasi yang dibelinya.


Pada prosesnya, setiap aplikasi BREW yang dikembangkan programer harus terdaftar di NSTL (http://nstl.com/brew) untuk dilakukan uji TRUE BREW. Setelah aplikasi dinyatakan lolos uji dan mendapat tandatangan digital selanjutnya aplikasi tersebut akan dipilih oleh content provider atau operator untuk ditawarkan langsung kepada pelanggan.

Bagi operator BREW Distribution System (BDS) akan menyediakan suatu pasar virtual untuk pemilihan aplikasi dan melakukan sistem distribusi BREW kepada pelanggan. Melalui BDS ini operator akan dimudahkan dalam menjual aplikasi kepada pelanggan kemudian mengoordinasikannya dalam suatu proses pembayaran terpadu.

Sementara besarnya keuntungan dan harga setiap aplikasi yang ditawarkan kepada pelanggan merupakan hasil kesepakatan antara operator, pengembang, Qualcomm dan (atau tanpa) content provider. Sedangkan besarnya keuntungan yang terkumpul akan berlaku ketika pelanggan membayar untuk setiap aplikasi yang dibelinya.

Peluang Bisnis BREW di Indonesia

Sebagus-bagusnya produk akan menjadi mubazir jika tidak ada konsumen yang akan membelinya. Bagaimana dengan pasar aplikasi BREW? Di Indonesia dengan jumlah pelanggan CDMA yang sudah mencapai 16 juta menandakan pasar BREW yang begitu gemuk dan terbuka, apalagi dengan tingkat pertumbuhan yang cukup meyakinkan (57 persen), jumlah calon pelanggan BREW sangatlah potensial.

Di Indonesia layanan BREW baru disediakan Mobile-8 dengan nama b-live yang bisa dinikmati pada beberapa ponsel
bundling kartu Fren dan Hepi seperti ZTE C300, ZTE C330, Haier C2000 dan yang terbaru Motorola W362. Sejak diluncurkan bulan Desember tahun lalu jumlah pelanggan b-live mengalami peningkatan yang cukup menggembirakan dengan rata-rata tingkat pertumbuhan sekitar 30 persen setiap bulannya. Data yang terhimpun Mobile-8 hingga bulan Agustus 2008, pengguna b-live sudah mencapai 320.000 orang dari total 600.000 ponsel bundling b-live yang tersedia di pasar. Artinya setengah pemilik ponsel b-live akan atau minimal pernah mencicipi konten yang disediakan pada b-live.

Menurut Sigit Herprabowo, Departement Head of VAS Commercial-Mobile 8 pencapaian jumlah pelanggan tersebut karena konten pada b-live yang mudah diakses, harganya bersaing, dan yang terpenting b-live ini bisa diakses oleh berbagai jenis ponsel sekalipun kelas
low-end. “Dengan b-live pengguna kartu Fren dan Hepi hanya perlu menekan satu tombol saja untuk mengunduh dan menikmati berbagai aplikasi pada b-live,” tutur Sigit kepada Sinyal. “Namun inti dari kehadiran b-live adalah untuk menyediakan fitur mewah pada ponsel murah,” tandasnya.

Dengan jumlah pelanggan Fren dan Hepi yang semakin besar, Sigit menyatakan keyakinannya akan masa depan b-live. Tidak hanya dengan menyediakan aplikasi yang semakin menarik, ke depannya pihak Mobile-8 akan menambah kerjasama dengan beberapa merek ponsel lagi untuk menyediakan handset pendukung BREW. "Apalagi melihat kecenderungan bisnis seluler di masa depan yang mengarah ke
Value Added Service. Bagi kami b-live merupakan salahsatu senjata ampuh dalam menghadapi persaingan," tukas Sigit.

Setali tiga tiang dengan Mobile-8, pihak Jatis Mobile yang merupakan penyedia konten untuk layanan b-live memberikan apresiasi tak kalah bersemangat dalam mendukung perkembangan BREW di bumi pertiwi. Menurut Ferrij Lumoring-Chief Information Officer Jatis Mobile, dengan model bisnis pada BREW tidak ada satu pihak pun yang dirugikan. "Pada BREW aplikasi yang dijual lebih aman, semua pihak untung, kami sangat bersemangat mendukung BREW apalagi dengan dukungan Qualcomm yang ikut turun langsung di Indonesia," tandas Ferrij.

Mengembangkan dan Menguji

Untuk memudahkan para programer dalam mengembangkan aplikasi, Qualcomm menyediakan BREW Software Development Kit (BREW SDK) yang dapat diunduh gratis di https://brewx.qualcomm.com/brew/sdk/download.jsp. BREW SDK ini menyediakan materi referensi, panduan pengguna, peranti debugging maupun contoh aplikasi berikut source code-nya.

Setelah aplikasi berhasil dibuat selanjutnya kita harus melakukan beberapa tahap uji. Pertama, aplikasi harus diuji pada sebuah simulator dengan menggunakan PC. Simulator BREW ini bisa didapatkan di Jatis Mobile atau pada lima universitas yang telah menjadi penyelenggara kompetisi BREW beberapa waktu lalu, yaitu Universitas Indonesia-Jakarta,IT Telkom-Bandung, UGM Yogyakarta, ITS Surabaya dan Binus-Jakarta.


Apabila aplikasi sudah lolos uji melalui simulator selanjutnya aplikasi tersebut harus diuji menggunakan perangkat uji sebenarnya yang dikeluarkan vendor telepon genggam. Saat ini perangkat uji tersebut sudah tersedia di lima universitas di atas, atau bagi yang tinggal di Jakarta bisa datang langsung ke kantor Jatis Mobile di kawasan Mampang, jangan lupa bawa aplikasi ciptaan Anda.

Tahap berikutnya, setelah aplikasi lolos uji pada perangkat Anda dapat mengajukan pengesahan pada Qualcomm untuk mendapat digital signature. Kali ini tidak gratis, untuk mendapatkan digital signature Anda harus merogoh kocek sekitar USD 400 untuk paket verifikasi 100 aplikasi, USD 895 untuk 500 aplikasi, atau USD 1295 untuk 1000 aplikasi. Sebagai catatan, setiap paket yang dibeli akan berlaku selama satu tahun dan bisa dipakai dengan cara mencicil selama akun Anda masih berlaku.

Menjual

Seperti sudah dijelaskan di atas, BREW merupakan aplikasi tertutup dimana untuk mendapat izin dagangnya kita harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Qualcomm dalam bentuk digital signature. Sayang untuk mendapat digital signature ini tidaklah gratis. Bagaimana bila kita tidak punya cukup dana untuk melakukan digital signature? Selalu ada jalan menuju Roma bukan?

Bila Anda sudah berhasil membuat aplikasi BREW namun tidak punya cukup uang untuk mengajukan sertifikasi atau mungkin bingung harus menjual ke mana. Nah, Anda bisa datang ke Jatis Mobile, di sana selain dapat dilakukan pengujian juga akan dibiayai semua keperluan untuk mendapatkan
digital signature. Dengan memilih jalur ini maka aplikasi yang Anda buat akan berada dibawah manajemen Jatis namun tetap menjadi milik Anda.

Setelah didapatkan sertifikasi, tahap selanjutnya adalah mengomersilkan aplikasi. Lagi-lagi Anda tidak perlu memikirkan cara menjual dan memasarkan aplikasi, di sini pihak Jatis akan mencarikan pasar yang cukup potensial untuk aplikasi yang Anda buat. Di Indonesia tujuan pasarnya tentu saja pada layanan b-live milik Mobile-8. Namun apabila aplikasi cukup layak dikonsumsi pasar luar negeri maka Jatis pun akan menjualnya dengan operator di negara tersebut, sebab untuk setiap aplikasi BREW yang sudah mendapat digital signature berhak dijual pada seluruh operator CDMA di mana pun di seluruh negara. Menarik bukan?

Bagaimana sistem bagi-bagi hasilnya? Karena di sini aplikasi berada di bawah manajemen Jatis maka dalam prosesnya ada empat pihak yang akan terlibat, yaitu Qualcomm, operator, pengembang dan tentu saja Jatis Mobile. Sedangkan, besarnya pembagian keuntungan masih urusan ‘dapur’ yang hanya boleh diketahui keempat pihak di atas.

Menurut Ferrij Lumoring pada kenyataannya dalam skema bagi keuntungan pihak pengembang selalu mendapat porsi paling besar. “Sedikitnya pengembang akan menerima 20 persen dari harga jual, tergantung kualitas aplikasi dan negosiasi saat kontrak,” jelas Ferrij. Sementara lamanya masa kontrak pihak Jatis biasanya menawarkan kerja sama selama satu tahun di awal kontrak dan tentu saja bisa perpanjang bila respons konsumennya masih baik. Tertarik? silahkan kunjungi
www.brewtoday.com untuk mendapat panduan lengkap mengenai BREW.

Sumber : http://www.beritanet.com/Technology/Communication/Masa-Depan-Pengembang-Aplikasi-Mobile.html

Mengoptimalkan Mobile Advertising

Seiring perkembangan layanan telekomunikasi seluler di Indonesia, bisnis iklan via ponsel (mobile advertising) turut mengalami perkembangan yang signifikan. Animo yang besar untuk menggarap bisnis ini ditunjukkan oleh para pemain di industri telekomunikasi, seperti perusahaan penyedia konten dan operator seluler. Sebagai rintisan awal, mereka memulai dengan memperkenalkan beberapa bentuk dasar mobile advertising, seperti mobile coupon dan sms iklan. Hasilnya cukup lumayan, dalam artian layanan iklan via ponsel kini mulai menarik perhatian para calon pengiklan yang sebelumnya hanya menggunakan media iklan konvensional seperti televisi, radio, dan media cetak.

Namun, ketertarikan para calon pengiklan tersebut ternyata masih belum berlanjut pada keputusan untuk menggunakan ponsel sebagai media beriklan. Hal ini terlihat dari jumlah total pengeluaran iklan via ponsel secara nasional yang masih kurang dari 1 persen dari total pengeluaran iklan nasional pada tahun 2008. Padahal dengan potensi besar yang dimilikinya, para pemain di bisnis ini seharusnya bisa melakukan pencapaian lebih baik dari itu. Bayangkan saja, dengan jumlah pelanggan ponsel di Indonesia yang mencapai sekitar 120 juta orang, coverage yang disediakan jauh lebih baik dari media konvensional seperti radio dan media cetak, dan bahkan hampir menyamai coverage dari televisi. Lalu apa sebenarnya yang menyebabkan calon pengiklan masih enggan menggunakan ponsel sebagai media beriklan?

Narrowcasting, bukan Broadcasting

Pencapaian yang masih minim tersebut bisa dipandang sebagai hal yang wajar mengingat bisnis iklan via ponsel baru berkembang di Indonesia sekitar lima tahun yang lalu. Para pemain bisnis ini masih terus mencari bentuk layanan dan model bisnis yang paling tepat untuk mengoptimalkan value dari ponsel sebagai media beriklan. Meski demikian, kritik tetap harus diberikan kepada mereka karena tidak kunjung menemukan nilai jual utama dari iklan via ponsel yang mampu mendukung keberlanjutan (sustainability) bisnis ini di Indonesia.

Jika diamati lebih dalam, kesulitan yang dihadapi para penyedia layanan mobile advertising di Indonesia adalah ketidakmampuan mereka menunjukkan kelebihan media ini kepada para calon pengiklan. Konsep iklan via ponsel yang selama ini mereka tawarkan, seperti mobile coupon dan sms iklan, hanya merupakan bentuk paling dasar dari mobile advertising yang tidak memiliki nilai tambah yang unik jika dibandingkan iklan dengan media konvensional. Padahal, keunikan utama dari ponsel adalah karakternya yang bergerak (mobile), yang tidak dimiliki sepenuhnya oleh media iklan konvensional. Selain itu, ponsel juga mampu menyediakan informasi mengenai profil penggunanya, dimana informasi tersebut sangat dibutuhkan pemasar dan pengiklan untuk melakukan segmentasi konsumen. Dua keunikan inilah yang seharusnya dieksploitasi demi menunjukkan value yang lebih tinggi dibanding media iklan konvensional.

Salah satu konsep mobile advertising yang unik misalnya adalah layanan monitoring “perilaku spasial konsumen” yang dikombinasikan dengan sms iklan. Perilaku spasial konsumen adalah kebiasaan pergerakan (mobilitas) dari satu lokasi ke lokasi lainnya yang dilakukan oleh konsumen sehari-hari, yang membentuk sebuah pola lintasan yang bisa digunakan untuk membuat model prediksi perilaku spasial mereka. Hal ini sangat memungkinkan karena manusia modern memiliki attachment yang sangat tinggi terhadap ponsel. Sehingga, perilaku spasial konsumen bisa dipelajari dengan cara memonitor dan merekam pergerakan konsumen melalui ponsel milik mereka masing-masing yang telah tertanami teknologi global positioning system (GPS). Data perilaku spasial konsumen inilah yang sangat berguna bagi para pemasar dan calon pengiklan. Bagi pemilik jaringan restoran cepat saji misalnya, mereka bisa mengidentifikasi konsumen mana saja yang memiliki kebiasaan berada di lokasi dekat jaringan restoran mereka pada saat jam makan siang. Berdasarkan informasi tersebut, mereka dapat mengirimkan sms iklan berisi promosi diskon harga untuk paket makan siang di jaringan restoran tersebut kepada konsumen terpilih.

Pendekatan ini disebut narrowcasting, yang merupakan salah satu bentuk pengoptimalan karakteristik unik yang dimiliki ponsel. Narrowcasting mengusahakan agar target audiens yang dipilih memiliki profil yang paling sesuai dengan keinginan pemasar dan pengiklan. Hal ini berbeda dengan pendekatan broadcasting sms iklan yang dikirimkan kepada sebanyak mungkin konsumen tanpa adanya pemilihan audiens, seperti yang ditawarkan kepada calon pengiklan selama ini. Bagi pengiklan, pendekatan narrowcasting membantu mereka untuk mengurangi biaya iklan karena hanya dikirimkan pada audiens terpilih (efisiensi). Selain itu, pendekatan ini juga memperbesar probabilitas keberhasilan dalam mengkonversi aktivitas promosi menjadi keputusan konsumen untuk membeli (efektivitas). Para pemain di bisnis ini harus mulai mengubah pendekatan broadcasting menjadi narrowcasting jika mereka ingin mendapatkan kue iklan yang lebih besar.

Perlu Kecerdikan dan Keberanian

Dengan kata lain, mobile advertising di Indonesia perlu dibawa ke tingkatan yang lebih tinggi. Mobile advertising memiliki keunikan (value) tersendiri yang baru akan bisa dimunculkan dengan cara yang tepat. Ini sangat tergantung pada kecerdikan dan keberanian para pemain yang berkecimpung didalamnya. Pemain yang cerdik tahu benar bagaimana menawarkan mobile advertising sebagai solusi terbaik bagi para pemasar dan pengiklan, yang membutuhkan alternative media promosi yang inovatif dengan value yang unik. Di sisi lain, kecerdikan tersebut perlu diiringi dengan keberanian. Keberanian yang dimaksud adalah keberanian menanamkan modal dan komitmen pada bisnis ini. Hal ini mutlak diperlukan, mengingat untuk menghadirkan layanan location-based mobile advertising misalnya, dibutuhkan investasi yang jumlahnya tidak sedikit. Hanya pemain yang serius dan berani mengambil risiko sajalah yang kemungkinan besar akan mendapatkan berkah dari bisnis ini di masa depan.

Sumber : http://staff.blog.ui.ac.id/harryyadin.mahardika/archives/12


Semantic Search Engine, Hakia.com

Semantic Search adalah cara revolusioner mengambil hasil pencarian di Internet. Tidak hanya memberikan hasil berdasarkan peringkat populer halaman situs, konsep ini berfokus pada produksi hasil berdasarkan semantic. Semantic adalah ilmu bahasa dan sambungan atau makna kata. Dengan demikian ketika kata atau kalimat dimasukkan dalam search engine, semantic search mechanisms menampilkan hasil yang paling relevan sesuai dengan maksud/makna kata atau kalimat tersebut.

Bagaimana semantic search bekerja ?

Pada dasarnya seluruh informasi yang dikumpulkan melalui pencarian semantic disimpan dalam jaringan semantic. Seperti halnya jaringan lainnya, dalam jaringan semantic memiliki node khusus yang dikenal sebagai synsets. Setiap node terdiri sinonim. Node ini terdiri dari kata tunggal, kata majemuk atau bahkan kelompok kata.


Semantic Search Engine sangat berbeda dari search engine biasa yang menggunakan page rangking sebagai kriteria untuk menampilkan hasil. Semantic search engine menggunakan interface yang unik untuk membantu menyelidiki data yang ada dan memperkerjakan semantic search mechanism untuk menghasilkan hasil pencarian. Salah satu perusahaan yang populer telah menggunakan semantic search engine adalah Hakia.com.

Cara kerjanya adalah bahwa ketika pengguna mengetik dalam frase atau kata kunci, semantic search mechanism memulai pencarian. Pertama, memeriksa untuk melihat apakah kata atau frase itu memiliki ambiguitas dalam maknanya. misalnya kata seperti bark dapat berarti salak (gonggongan) anjing atau kulit kayu. jika ada ambiguitas maka kata lain dalam kaliamt akan dianalisis untuk mendapatkan pengertian yang paling akurat.


Hakia menggunakan semantic search mechanism yang berarti bahwa search engine
benar-benar memahami kalimat bukan hanya memfokuskan pada popularitas halaman. Hakia menganalisis kalimat pengguna untuk menyediakan hasil yang paling relevan.

Hakia memiliki 2 macam teknologi utama:

  • QDEX infrastruktur (Query Detection and Extraction)- ini termasuk level tinggi dalam analisa query di level kalimat.
  • Semantic Rank Algorithm, ini adalah inti dari ilmu yang hakia gunakan, membuat ontological semantic yang menghubungkan satu konsep dengan konsep lainnya.
Coba kita masukkan permintaan :”what prevents migraine?” pada search engine antara Hakia dengan Google. Ketika melihat Hakia, kita akan mencatat bahwa Hakia mengidentifikasikan PuubMed, MayoClinic, dan Cliniticaltrials.gov sebagai sumber pilihan yang dapat dipercaya dan wikipedia sebagai user generated content. Hakia mengidentifikasi informasi yang relevan sesuai dengan permintaan. Coba dibandingkan dengan Google. Google membuat pilihan yang berbeda.

Kita lihat perbedaan yang jelas antara Hakia dengan Google. Hakia memberikan hasil pencarian dengan menerjamahkan makna permintaan, sedangkan Google memberikan hasil pencarian berdasarkan page rangking.Melihat dari struktur query (permintaan) yang berupa semacam pertanyaan. Dan dengan secara jelas Hakia memberikan jawaban yang baik dalam hasilnya. Ini mengingatkan saya akan Ask.com. Apa perbedaan diantara kedua search engine ?

Dr. Riza C. (pendiri dan CEO Hakia) mengatakan bahwa Ask.com termasuk indexing search engine dan tidak ada semantic analisis. Ini dapat dilihat dari hasilnya, Ask.com menebalkan keywords yang berarti itu bekerja berdasarkan level keyword. Hakia mengerti maksud kalimat. Dia juga mengatakan bahwa kategori Ask.com bukan berarti arti dasar, itu hanya berupa awalan. Hakia, mengerti hubungan semantic-nya.

Riza mengatakan bahwa Hakia berpikir bahwa metode indexing dalam pencarian sudah sampai pada tahap tidak dapat berkembang lagi dan teknologi semantic akan mengambil alih pencarian generasi selanjutnya. Dia tetap tdak merubah pemikirannya, bahwa masa depan ialah mengerti informasi tidak hanya menemukan dan itu merupakan persoalan yang sangat sulit diselesaikan tetapi itulah misi Hakia.


Source :

http://www.bulentongun.com/what-is-semantic-search-hakia-vs-google/
http://www.readwriteweb.com/archives/hakia_takes_on_google_semantic_search.php


Aplikasi dari Wireless LAN

Aplikasi W-LAN sudah banyak digunakan di dunia. Diantaranya ialah

  • Akses Role
Wireless LAN kebanyakan menyebar dalam suatu lapisan akses, maksudnya mereka digunakan sebagai suatu titik masukan ke dalam suatu kabel jaringan. Di masa lalu, akses telah digambarkan sebagai dial-up, ADSI, kabel/telegram, selular, Ethernet, Token Ring, Frame Relay, ATM, dan lain lain. wireless cara sederhana yang lain untuk para user dalam mengakses jaringan tersebut. Wireless LAN adalah lapisan jaringan Data-Link seperti cara akses semuanya hanya mendaftar saja. Dalam kaitan dengan kecepatan, jaringan nirkabel tidaklah tepat diterapkan dalam distributor atau sebagai inti dalam jaringan. Tentu saja, dalam jaringan kecil, mungkin tidak ada perbedaan antara inti, Distribusi, atau Lapisan akses dari jaringan tersebut. Lapisan inti dari suatu jaringan harus sangat stabil dan sangat cepat, mampu menangani suatu jumlah yang luar biasa dengan sedikit kesulitan dan pengalaman tidak ada penurunan waktu. Lapisan distribusi suatu jaringan harus cepat, fleksibel, dan dapat diandalkan. Wireless LAN tidak secara khusus dibutuhkan sebagai suatu solusi perusahaan. Gambar 1.1 menggambarkan klien dengan cepat memperoleh akses dalam suatu kabel jaringan melalui hubungan suatu alat koneksi (point access).

Gambar 1. Akses role dari wireless LAN
  • Perluasan Jaringan
Jaringan nirkabel dapat bertindak sebagai suatu perluasan dari suatu kabel jaringan. Ada kemungkinan masalah dimana memperluas jaringan akan memerlukan tambahan kabel dalam instalasinya dan menjadi kendala dalam pembiayaannya. Wireless LAN dapat dengan mudah digunakan untuk menyediakan konektivitas dalam suatu gedung yang merupakan area yang jauh, digambarkan dalam denah dalam gambar 1.2. Karena hanya sedikit diperlukan pemasangan kabel untuk memasangan wireless LAN, biaya instalasi dan pembelian ethernet dengan sepenuhnya dihapuskan.

Gambar 2. Perluasan Jaringan
  • Menghubungkan Gedung satu dengan yang lain
Terdapat 2 perbedaan bentuk dari konektivitas antar gedung. Pertama disebut Point-to-Point (PTP), dan yang kedua disebut Point-to-Multipoint (PTMP). Point-to-point adalah koneksi nirkabel hanya antar dua bangunan, seperti gambar 1.3. Koneksi PTP hampir selalu menggunakan semi-directional atau highly-directional antena pada masing-masing akhir dari link.
Gambar 1.3. Koneksi antar gedung

Point-to-multipoint (PTMP) adalah koneksi nirkabel tiga atau lebih dari beberapa gedung, bentuk penerapanya adalah “hub and spoke” atau star topologi, dimana salah satu gedung sebagai titik pusat dari jaringan (server).
  • Pengiriman Data yang bermil-mil
Wireless Internet Service Providers (WISPs) sekarang mengambil keuntungan dari kemajuan terbaru dalam teknologi nirkabel untuk mengirim data bermil-mil untuk melayani pelanggan mereka. WISP mempunyai tantangan yang unik bagi mereka. Hanya provider xDSL mempunyai permasalahan lebih jauh pada jarak yang jauh yaitu 18.000 kaki ( 5,7 km) dari kantor pusat dan kabel provider mempunyai persoalan dengan kabel yang sedang dipakai bersamaan oleh user, WISP mempunyai masalah dengan atap, pohon, kilat, pegunungan, menara dan banyak lagi hambatan dalam konektivitas.
Gambar 4. Layanan Data yang jauh
  • Mobilitas
Sebagai suatu solusi lapisan akses, wireless LAN tidak dapat digantikan dengan kabel LAN dalam kondisi kecepatan data (100BaseTx tiap 100Mbps versus IEEE 802.11a tiap 54Mbps). Wireless LAN melakukan penawaran dalam peningkatan suatu mobilitas ( seperti pada gambar 1.5) sebagai awal perdagangan untuk kecepatan dan mutu layanan.
Gambar 5. Mobilitas
  • Small office-Home office
Bentuk jenis ini juga digunakan oleh banyak perusahaan yang hanya mempunyai beberapa karyawan. Dalam perusahaan ini mempunyai kebutuhan untuk membagi informasi antar para pemakai dan koneksi internet tunggal untuk efisiensi dan peningkatan produktivitas. Untuk aplikasi ini -small office-home office, atau SOHO- wireless LAN sangat mudah dan solusi yang efektif.

Gambar 6. SOHO wireless LAN

  • Mobile Offices
Suatu contoh sederhana dalam menghubungkan kelas dengan cepat yang konektivitasnya menggunakan wireless LAN yang digambarkan dalam gambar 1.7. Ruang kantor sementara juga memanfaatkan jaringan dengan wireless LAN. Ketika perusahaan berkembang, mereka sering mencari kekurangan dari ruang kantor mereka, dan butuh untuk sedikit pekerjaan untuk berpindah ke lokasi yang berdekatan, seperti suatu kantor bersebelahan atau suatu kantor pada lantai yang berbeda tetapi masih satu gedung

.Gambar 7. Suatu sekolah dengan kelas yang mobilitas

Arsitektur BREW

Brew adalah akronim dari Binary Runtime Environment for Wireless, dirilis oleh QUALCOMM Internet Services (QIS)

Brew dapat dipandang sebagai :

  • Suatu setApplication Programming Interface (API) yang mengijinkan developer untuk menciptakan suatu aplikasi perangkat lunak untuk perangkat wireless dan;
  • Sebagai sarana untuk merilis aplikasi kepada end-user
Suatu BREW API pada dasarnya dieksekusi pada sisi client, sehingga dalam hal ini dapat menguntungkan, sebab sistem tidak mengalami permasalahan keterlambatan waktu loading. BREW API sendiri hanya memakan resource sekitar 150 K. Lapisan tingkat (layer) BREW berada pada lapisan tingkat aplikasi perangkat lunak dengan Application Specific Integrated Circuit (ASIC). ASIC sendiri merupakan Integrated Circuit (IC) yang didesain untuk keperluan khusus, misalnya didesain untuk berjalan pada handphone. Dengan memanfaatkan arsitektur lapisan tingkat dari BREW, developer dapat melakukan kontruksi terhadap suatu aplikasi tanpa perlu pengetahuan mengenai chipset.

Sekalpun CDMA merupakan domain khusus bagi BREW yang dirilis oleh Qualcomm, namun BREW mampu digunakan pada perangkat yang menggunakan standar
air interface lainnya, misalnya pada perangkat GSM/GPRS, EDGE, dan UMTS. Hal inilah yang membuat BREW cukup potensial digunakan sebagai platform pengembangan aplikasi bisnis maupun wireless game. Gambar di bawah menunjukkan konseptual lapisan tingkat BREW pada perangkat wireless.

Gambar Lapisan tingkat BREW

Google Latitude

Google telah mengumumkan aplikasi baru yang dapat membuat para pengguna ponsel berbagi lokasi mereka dengan keluarga atau teman. Dinamakan Google Latitude, teknologi ini merupakan sebuah fitur baru yang terintegrasi dengan Google Maps dan dapat digunakan pada ponsel ataupun sebagai sebuah gadget iGoogle yang dapat diinstal pada komputer Anda.



"Sekali Anda memilih Latitude, Anda dapat melacak posisi pasti dari teman Anda dan orang yang Anda cintai yang memutuskan untuk bebagi lokasi dengan Anda," kata Google.

"Jadi Anda dapat melihat apakah pasangan Anda terjebak macet dalam perjalanan pulang ke rumah, mengetahui apakah teman Anda sedang berada di dalam kota di akhir pekan atau sekedar mengetahui apakah orang yang Anda cintai telah mendarat dengan selamat, walaupun cuaca sedang buruk."



Aplikasi baru ini juga mendaya gunakan seluruh armada jasa komunikasi yang ditawarkan Google, memungkinkan keluarga dan teman untuk terus berhubungan melalui SMS, Google Talk, Gmail atau dengan status update. Pengguna juga dapat mengganti foto profil dalam perjalanan.

Perusahaan yang berbasis di Mountain-View ini juga mengatakan bahwa mereka menyadari sensitifnya informasi tentang lokasi seseorang sehingga mereka mengemas fitur privasi yang mendetil ke dalam Google Latitude. Pengguna dapat menentukan secara persis siapa saja yang dapat melihat lokasi atau apa saja yang mereka lihat melalui Latitude.

"Sebagai contoh, jika Anda sedang berada di Roma. Daripada membiarkan posisi Anda terdeteksi dan terbagi secara otomatis, Anda dapat mengubah konfigurasi Anda secara manual — misalnya hanya menampilkan kunjungan Anda ke Air Terjun Niagara," kata Google. "Karena Anda mungkin tidak ingin bebagi informasi yang sama dengan semua orang, Latitude memungkinkan Anda mengubah konfigurasi Latitude secara perorangan. Jadi untuk setiap orang, Anda dapat berbagi lokasi yang tersedia atau lokasi sebatas level kota, atau Anda dapat meneymbunyikan lokasi Anda."

Saat ini Latitude sudah tersedia di 27 negara yang berbeda melalui Blackberry, S60 dan sistem operasi Windows Mobile via google.com/latitude. Dalam waktu dekta ini, Google juga berencana mengembangkan aplikasi untuk ponsel berbasis Android. Latitude juga akan datang ke iPhone "secepatnya" melalui Google Mobile App yang tersedia untuk di unduh di App Store, kata perusahaan.

Sementara itu, pengguna komputer dapat mengunjungi google.com/latitude pada desktop dan notebook untuk menginstall Latitude iGoogle gadget dan berbagi lokasi mereka dari komputer
.

Sumber :
http://www.appleinsider.com
http://forum.smadangawi.net

Opera Turbo Mempercepat Browsing di Ponsel

Saat berlangsungnya acara Mobile World Congress di Barcelona, banyak perusahaan teknologi yang mulai sedikit demi sedikit membocorkan produk atau layanan terbaru mereka. Setelah kemarin Microsoft mengmumkan Windows Mobile 6.5 berikut beberapa fitur barunya, kali ini giliran Opera yang mengumumkan layanan terbarunya, Opera Turbo untuk melakukan kompresi data, membuat proses browsing melalui jaringan yang lebih lambat menjadi lebih cepat, baik untuk desktop maupun mobile.

Layanan bernama Opera Turbo ini mengkompres bandwidth dari teks dan file data pada situs-situs sekitar 80% dari ukuran sebenarnya. Layanan ini akan tersedia untuk para pelanggan bisnis, seperi penyedia jaringan mobile, operator jaringan, melalui Opera Desktop, Opera Mobile, dan "Opera Devices SDK" sehingga para pengembang dapat mengemas fitur tersebut ke dalam browser pada PC maupun alat-alat mobile.

Menurut Julie Sajnani, manajer komunikasi Opera, Opera Turbo sangat cocok untuk meningkatkan kecepatan browsing pada alat-alat mobile dan pada desktop yang menggunakan koneksi internet dengan bandwidth rendah. Pengguna dapat mengaktifkan Opera Turbo di browser manapun yang memiliki layanan untuk mengkompress situs untuk mempercepat browsing, tetapi Sajnani juga menekankan bahwa hal ini tidak akan mengurangi kenyamanan para pengguna, karena tampilan situs akan sama persis seperti biasanya.

Selain itu, ia juga menambahkan kalau file-file berbasis jaringan yang menggunakan teknologi multimedia, seperti Flash atau Ajax, tidak akan dikompres.

Mengenai cara kerja, Opera akan menggunakan server terpisah untuk melakukan pengompresan untuk Opera Turbo sebelum kemudian diteruskan lagi kepada pengguna setelah dikompres. Para pengguna akhir bisa mengaktifkan Opera Turbo melalui browser Opera manapun yang memiliki kemampuan untuk mengaktifkan jasa tersebut.

Sajnani juga berkata kalau layanan ini tidak hanya menguntungkan bagi para pengguna akhir, tapi juga bagi para operator dan produsen produk yang menggunakannya. Para pembuat handset bisa sedikit mengurangi pemakaian data karena hanya mengunduh file yang sudah terkompres. Proses ini juga akan mengurangi beban bandwidth yang disediakan para operator.

Layanan ini pada akhirnya juga akan ditawarkan langsung kepada konsumen. (PCWorld)

Cuil, Search Engine Raksasa dari 3 Mantan Google

Cuil, sebuah search engine baru yang dibuat oleh tiga orang mantan karyawan senior Google telah diluncurkan kemarin. Search engine ini dibaca 'cool' hanya merupakan satu dari sekian banyak mesin pencari lain, tetapi mesin pencari ini hanyalah satu-satunya yang dibuat oleh orang-orang yang pernah memegang kunci kerajaan pencarian Google. Semua pemain kunci Cuil memiliki pengalaman panjang dalam dunia pencarian:

  • Anna Patterson - bergabung dengan Google di tahun 2004, merupakan arsitek dari indeks pencarian Google, TeraGoogle yang diluncurkan di awal 2006.
  • Russell Power - pimpinan teknologi TeraGoogle, Power menghabiskan dua tahun proyek rangking dan deteksi spam untuk hasil pencarian Google.
  • Tom Costello - membuat Xift, sebuah mesin pencarian revolusioner di tahun 1999 yang memperkenalkan fitur clustering dan analisa halaman.
  • Louis Monier - pendiri AltaVista, mesin pencari yang mencapai puncak kejayaannya beberapa tahun lalu.

Rahasia besar Cuil adalah cara mereka meng-indeks web dan melakukan pencarian dari pemakai. Kedua hal ini sangat mahal saat dioperasikan dalam skala besar, akan tetapi Cuil menemukan cara untuk melakukan kedua hal ini dengan jauh lebih cepat dan murah (dan klaim mereka memang ada benarnya mengingat mereka sudah memiliki 120 milyar situs dalam indeksnya dalam waktu singkat). Google mengeluarkan $1 milyar per tahun untuk mengoperasikan infrastruktur back end dari bisnis pencariannya.



Dari segi penampilan, Cuil jauh mengungguli Google (tetapi tidak dalam kecepatan), dengan desain sederhana dan hasil pencarian yang disajikan dengan berbagai efek JavaScript. Cuil diluncurkan dengan indeks sebesar 120 milyar halaman situs, menjadikan mereka salah satu mesin pencari dengan indeks terbesar dunia (Google beberapa hari yang lalu mengatakan bahwa indeks mereka telah mencapai 1 trilyun halaman).

Selain itu, Cuil juga mengklaim memiliki hasil pencarian yang lebih baik dibandingkan Google berdasarkan cara mereka meng-indeks situs. Mereka tidak hanya menyimpan kata kunci situs dalam katalog dan memberikan rangking terhadap situs. Cuil mengerti hubungan antara beberapa kata, contohnya France - cheese - wine untuk memberikan hasil pencarian yang lebih relevan kepada pemakai (semantic search).

Hal ini berarti walaupun para pemakai melakukan pencarian seperti biasa, Cuil akan selalu berusaha untuk memberikan hasil yang lebih akurat melalui modul "explore by category" yang ditampilkan di sebelah kanan halaman. Sebagai contoh, pencarian "internet" di bawah memungkinkan Anda untuk melakukan pencarian yang lebih spesifik dalam beberapa kategori yang berhubungan (sejarah internet, arsitektur internet, browser dan lain-lain).



Membandingkan hasil dari kedua mesin pencari, pencarian dengan kata kunci "computer" di Cuil membuahkan ~394 juta hasil, sedangkan Google memberikan 1,44 milyar hasil. Dari segi kualitas Google juga lebih unggul, menampilkan definisi "computer" dari Wikipedia sebagai hasil pertama sedangkan Cuil menampilkan situs Apple.

Beberapa percobaan pencarian Cuil vs Google yang dilakukan TechCrunch memberikan hasil sebagai berikut:

  • Apple: Cuil 83 juta hasil vs Google 571 juta hasil - keduanya memberikan hasil perusahaan komputer Apple dan bukan buah Apel.
  • France: Cuil 102 juta vs Google 1,5 milyar - akan tetapi pencarian berdasarkan kategori Cuil memberikan potensi akurasi yang lebih baik.
  • Stonehenge: Cuil 800.000 vs Google 8,5 juta.
  • Silicon Valley: Cuil 3,2 juta vs Google 24 juta.

Tampaknya sudah jelas bahwa indeks Google jauh lebih besar daripada Cuil. Akan tetapi walaupun hasil pencarian Cuil tidak sebaik Google dalam segi relevansi, Cuil unggul dalam memberikan kategori spesifik untuk ditelusuri secara mendetil. Tetapi ingat, Google telah menghabiskan hampir satu dekade menyempurnakan teknologi pencarian mereka sedangkan Cuil baru dibuka untuk publik selama beberapa hari. (via TechCrunch)

Untuk kita yang mungkin sering melakukan pencarian bahasa asing, Google masih menjadi pilihan mutlak karena dari percobaan saya sendiri, Cuil tidak menemukan pencarian dalam bahasa Indonesia. Sebagai contoh, pencarian dengan kata kunci "berita komputer" memberikan hasil seperti yang Anda lihat di bawah ini.


From : http://forum.smadangawi.net/berita-teknologi-f26/cuil-search-engine-raksasa-dari-3-mantan-google-t383.htm